Cegah Gagal Panen, BRMP Jabar Pastikan Air Irigasi Cirebon Bisa Sampai ke Ujung Sawah
Cirebon - Kementerian Pertanian melalui BRMP Jawa Barat terus memastikan ketersediaan air yang menjadi urat nadi sektor pertanian. Pada Selasa-Rabu (9-10/062026), tim Kelompok Substansi Pendampingan BRMP terjun langsung ke Kabupaten Cirebon untuk melakukan verifikasi lapangan terhadap usulan Pemeliharaan Jaringan Irigasi Tersier (RJIT). Langkah proaktif ini dilakukan untuk memastikan kelayakan usulan masyarakat secara administrasi dan teknis, sehingga bantuan perbaikan saluran air dapat tepat sasaran, cepat dieksekusi, dan manfaatnya langsung dirasakan oleh petani.
Verifikasi yang dilakukan secara teliti ini menyasar 19 Kelompok Tani (Poktan) di empat kecamatan lumbung pangan, yakni Kecamatan Klangenan (4 Poktan), Panguragan (7 Poktan), Susukan (3 Poktan), dan Gegesik (5 Poktan). Bagi petani dan masyarakat luas, program ini bukan sekadar perbaikan infrastruktur fisik, melainkan jaminan lancarnya distribusi air yang akan mengalir deras hingga ke petak sawah paling ujung. Keuntungannya sangat jelas: irigasi tersier yang prima akan menekan risiko gagal panen akibat kekeringan atau krisis air, sehingga proses budidaya tanaman dapat berjalan lancar tanpa hambatan.
Ke depannya, realisasi program RJIT ini akan memberikan dampak berganda yang terukur bagi ketahanan pangan. Ketika pasokan air irigasi stabil, frekuensi masa tanam (Indeks Pertanaman) dapat ditingkatkan, yang secara otomatis akan mendongkrak volume hasil panen dan kesejahteraan ekonomi petani. Melalui pendampingan berkelanjutan ini, BRMP Jawa Barat membuktikan kehadiran nyata pemerintah dalam memberikan solusi infrastruktur dasar untuk memastikan sektor pertanian kita semakin tangguh dan ketersediaan pangan masyarakat terus terjaga.